Gilang Arenza | Jainism
362
post-template-default,single,single-post,postid-362,single-format-standard,ajax_updown,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,vertical_menu_transparency,vertical_menu_transparency_on,wpb-js-composer js-comp-ver-4.2.3,vc_responsive

Jainism

22923118-216px-Jain_hand.svg

Okay, kali ini saya akan menjelaskan tentang gambar di atas. Banyak dari temen- temen di sekitar saya yang bertanya “gambar apaan sih itu?” atau “maksud gambar tangan itu apaan?” well, gini ceritanya #tsahh awalnya saya dari ketertarikan saya akan Mahatma Gandhi. Saya benar-benar tertarik sama prinsip “ahimsa”-nya, kalo diartiin bebas ahimsa bisa berarti menhindari segala bentuk kekerasan (refrain all from all violence). Kalo menurut saya aneh, gimana kita bisa melawan musuh hanya dengan diam? (ga melawan). Simbol di atas merupakan simbol jainism, tulisan hitam di tengah lingkaran itu artinya ahimsa. Kalo kata wikipedia ahimsa itu:

“Avoidance of verbal and physical violence is also a part of this principle, although ahimsa recognizes self-defence when necessary, as a sign of a strong spirit. It is closely connected with the notion that all kinds of violence entail negative karmic consequences.”

Sekali lagi tulisan yang saya besarkan itu adalah kata kunci kenapa saya suka memasang gambar ini, pesan damai itu yang ingin saya sampaikan. Saya bosan dengan pemberitaan di media yang isinya hanya saling serang satu sama lain. Prinsip ini juga sedikit banyak bikin saya untuk mncoba menjadi vegeterian, tepatnya pesca-vegetarian karena menurut saya kamu akan seperti apa yang kamu makan. Kalo kamu makan babi maka perangaimu akan seperti babi, kalo kamu makan kambing ya kaya kambing. lol bercanda, maksudnya biar sehat aja kok. Saya udah kelebihan lemak dan kolesterol.

 

Tags:

No Comments

Post a Comment