Awal Mei 2011 PRISMA UNDIP (Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa Unversitas Diponegoro) mengadakan hajatan besar. Ke-11 anggota mereka (Deskiniel, M.Rachman, Lucky H, Gatot Caesario, Andi Fitriono, Gilang Arenza, Andy Achmad, Aulia Rizkiawati, Rahmat J, Ledy Sinaga, M. Hidayat) mengadakan pameran foto tentang budaya Toraja yang dianamakan “Tondok Ma’la’bi”. Sebuah pameran foto mengenai budaya, potrait, hingga kehidupan harian masyarakat Toraja. Sebuah pencapaian luar biasa karena mulai dari persiapan sebelum hunting, untuk kemudian berangkat ke Toraja, dan kemudian mengadakan pameran semua diadakan dengan sepenuh hati dan atas biaya sendiri, menunjukkan keseriusan dan kecintaan anak-anak Prisma ini akan fotografi.
10 Mei 2011 – Tarian khas toraja Mage’llu menjadi pembuka acara pameran foto Tondok Mala’bi’ di Galeri Suara Merdeka , Jl. Merak No. 11. Pembukaan pameran malam itu sukses, teman teman ukm foto dari Semarang, Jakarta, Jogja, Surabaya, Malang, Solo, Bandung dan Purwokerto turut hadir sebagai bentuk dukungan mereka dan apresiai terhadap foto. Tanggal 10 Mei juga memiliki arti sendiri bagi teman-teman Prisma Undip karena merupakan hari jadi ukm tersebut, ya sudah 23 tahun Prisma Undip berdiri dan sebuah kado spesial dari teman-teman berupa pameran foto yang berkualitas.
Pameran foto diadakan mulai dari tanggal 10 mei hingga 15 mei 2011. Total foto yang ditampilkan kurang lebih 150 foto. Kurator pameran ini sendiri adalah Dwi Oblo, Fotografer kantor berita Reuters, dan juga P Raditya Mahendra Yasa, fotografer harian Kompas. Dalam pameran ini, foto dikategorikan menjadi beberapa macam, mulai dari Arsitektur Toraja, Makam, Makanan Minuman, Hewan, Potrait, Daily Life, hingga Upacara Rambu Solo.
13 Mei 2011 – Sebagai rangkaian acara gelar karya Tondok Mala’bi diadakan pula diskusi foto dan budaya oleh Tubagus Svarajati dan Budayawan Toraja. Diskusi non formal ini dimulai pukul 16.00 dan membahas mengenai pergeseran tentang budaya toraja sekarang ini, juga mengenai fotografi etnografi. Bagaimana agar kita tidak terjebak sebagai turis. Diskusi berjalan menarik dan ditutup pukul 17.30
Berikut saya lampirkan katalog foto dari pameran Tondok Mala’bi, mungkin buat kemarin yang belum sempat dateng atau mungkin ga kebagian.















No Comments